Background

Berita Terbaru

DRMA SIAP AMBIL PELUANG PRODUKSI KOMPONEN KENDARAAN LISTRIK

28165354 IQPlus, (25/11) - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), perusahaan manufaktur komponen otomotif milik Triputra Group yang sedang merencanakan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di akhir 2021 ini, menyatakan telah siap mengambil peluang produksi komponen yang dibutuhkan oleh kendaraan listrik/electric vehicle (EV) di Indonesia. Dalam menyambut era transformasi dari internal combustion engine menuju EV di Indonesia, DRMA mulai memproduksi komponen-komponen yang digunakan dalam kendaraan listrik seperti komponen badan dan chassis kendaraan menggunakan high-tensile steel, battery pack, sensor-sensor, battery management system, hingga wiring harness. Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, mengungkapkan, .Saat ini pemerintah terus mendorong pelaku industri otomotif untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik dengan memberikan insentif dan membuat roadmap untuk EV, melihat hal tersebut Perseroan mempersiapkan diri melalui teknologi dan sumber daya manusia yang mampu memproduksi komponen untuk kendaraan listrik.. Lebih lanjut, Irianto menjelaskan bahwa baterai EV memiliki berat yang sangat besar sekitar 30% dari total berat kendaraan. Sehingga, berat kendaraan perlu dibuat lebih ringan untuk kompensasi berat baterai. Salah satu cara untuk meringankan berat kendaraan adalah dengan menggunakan material high-tensile steel. Saat ini, dengan mengandalkan kompetensi sumber daya manusia dan teknologi, DRMA mulai memproduksi komponen badan kendaraan yang menggunakan high-tensile steel yang memiliki kekuatan hingga 980 MPA dan kedepannya dapat mencapai 1190 MPA. Selain itu, anak perusahaan DRMA juga memproduksi komponen lainnya untuk EV. Misalnya, Dharma Electrindo Manufacturing dan Dharma Kyungshin Indonesia mulai mengembangkan dan memproduksi wiring harness yang dapat dialiri arus listrik yang tinggi untuk EV. "Semua komponen yang dibuat oleh Perseroan saat ini merupakan komponen yang sangat diperlukan tidak hanya untuk mesin berbasis internal combustion engine yang kami perkirakan masih sangat besar prospek pertumbuhannya selain tren terbaru ke arah kendaraan listrik. Tentunya, momentum tersebut menjadi peluang bagi Perseroan untuk melanjutkan kinerja yang lebih baik di masa mendatang sambil melanjutkan proses untuk menjadi perusahaan publik," tutup Irianto.(end)