Background

Berita Terbaru

KEMENKOP INGIN UMKM DIBERI KESEMPATAN BIKIN PRODUK BERSTANDAR GL

34251855 IQPlus, (9/12) -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menginginkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diberi kesempatan untuk membuat produk baru yang sesuai dengan spesifikasi produk pasar internasional maupun usaha besar. "Maka dari itu perlu dilakukan pembinaan UMKM dan bantuan uji coba membuat prototipe oleh K/L (Kementerian/Lembaga) teknis dan perguruan tinggi serta pendampingan sertifikasi, pembiayaan, dan desain produk. Hubungan kemitraan ke depan dapat membentuk dan memperkuat ekosistem Hexahelix rantai pasok yaitu pemerintah, perguruan tinggi, pengusaha, komunitas, media, dan perbankan," ucap Deputi Bidang UKM Kemenkop Hanung Harimba dalam keterangan resmi, di Jakarta, Jumat. Lebih lanjut dia menyatakan saat ini pemerintah mengajak industri yang berbasis nilai tambah menjadi penggerak kinerja ekspor melalui sejumlah insentif. Sejumlah industri kreatif antara lain furnitur, homedecor, dan homeware, kata dia, memiliki keunggulan kompetitif dibanding negara lain, karena tak ada negara dengan kepemilikan limpahan bahan baku sebagaimana Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor furnitur dari kayu nasional pada September 2022 mencapai 395,5 juta dolar AS atau sekitar Rp5,62 triliun. Demi meningkatkan capaian ekspor dari sektor furnitur, Hanung menganggap perlunya kemitraan antara usaha besar dan pelaku UMKM. "Sesuai arahan Presiden untuk membentuk kemitraan UMKM dengan usaha besar dalam rantai produksi global meningkatkan peluang UMKM naik kelas, saya mengharapkan kemitraan ini tercipta pada level yang sama. (Selain itu) diharapkan agar menguntungkan kedua belah pihak, memberikan peluang bagi UKM untuk masuk pada rantai pasok utama, tidak terbatas pada supply bahan pendukung, dan memberikan transfer teknologi, dan pendampingan kualitas produk UKM," ujarnya. (end/ant)