Background

Berita Terbaru

KEMENPERIN PERCEPAT INDUSTRIALISASI KENDARAAN BERMOTOR RAMAH LIN

65151658 IQPlus, (23/9) -- Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan pengembangan industri hijau serta memprioritaskan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya yang berkelanjutan. Dalam siaran pers Kemenperin (23/9) Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada saat melakukan pertemuan bilateral dengan Executive Vice President (EVP) of European Commisioner for Trade, Valdis Dombrovskis. "Kami menyambut baik proposal kebijakan Uni Eropa yang diterapkan melalui Green Deal Strategy, dengan tujuan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan," kata Menperin di Bali, Kamis (22/9). Pertemuan bilateral ini merupakan salah satu agenda acara Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) dalam rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia. Menperin menegaskan, pihaknya tengah mengakselerasi ekonomi berbasis industri hijau melalui efisiensi sumber daya alam dan penerapan ekonomi sirkular, penggunaan energi baru dan terbarukan seperti biofuel, biomassa, dan Refuse Derived Fuel (RDF). "Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama, dan kita semua bisa menjadi bagian dari transformasi tersebut," tuturnya. Selain itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mempercepat industrialisasi kendaraan bermotor yang hemat energi dan ramah lingkungan atau Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). "Kami juga melakukan pengembangan teknologi penyerapan karbon, serta pengembangan industri berbasis energi bersih termasuk pembangunan kawasan industri hijau terbesar di dunia dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)," ujarnya. Pada kesempatan ini, Menperin berharap kedua pihak dapat mendorong percepatan penyelesaian Perundingan Indonesia - European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), mengurangi hambatan perdagangan nontarif, serta meningkatkan kerja sama dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa. "IEU-CEPA telah memasuki negosiasi putaran ke-11 dan terus menunjukkan kemajuan. Kemenperin secara aktif terlibat dalam WG on Trade dan WG on Rules of Origin," ungkapnya. Beberapa isu penting yang dibahas dan disoroti dalam perundingan putaran ke-11 antara lain liberalisasi tarif, bea keluar, barang remanufaktur dan barang reparasi, hambatan teknis (TBT), serta pengadaan pemerintah. (end)